Gus Ulib Dorong Pesantren Beradaptasi dengan Zaman Lewat Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Tiongkok

Avatar photo

Prawarakepri.com, Beijing – Pengasuh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang, KH. Zainul ‘Ibad As’ad (Gus Ulib), menegaskan pentingnya pesantren mengambil peran strategis dalam menghadapi perkembangan zaman agar bangsa Indonesia tidak tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mengutip pesan klasik, “Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China,” Gus Ulib menyampaikan bahwa semangat tersebut menjadi landasan kuat antusiasmenya ketika mendapat undangan berkunjung ke Tiongkok untuk menghadiri The 15th International Roundtable of Multinational Corporations Leaders yang digelar di Beijing, China, pada Sabtu (13/12/2025). Forum internasional tahunan ini dihadiri para pimpinan perusahaan multinasional dan menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring global serta menjajaki kerja sama lintas negara.

Dalam forum tersebut, Gus Ulib menekankan pentingnya menjalin kolaborasi yang berkeadilan dan berkeadaban, khususnya dalam bidang teknologi dan budaya. Menurutnya, pesantren tidak boleh terpinggirkan oleh arus modernisasi, melainkan harus tampil sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai-nilai moral dan kebangsaan.

BACA JUGA:  Penyempurnaan Organisasi TNI, Presiden RI Resmikan Pergantian Nama Lantamal IV Menjadi Kodaeral IV

“Pesantren harus ikut berjuang untuk bangsa yang sedang tertatih agar tidak tertinggal oleh zaman. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah keniscayaan, namun tetap harus selaras dengan nilai keislaman dan kearifan budaya,” ujar Gus Ulib dalam pernyataannya.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ulib didampingi oleh Ketua DPW Gerbang Tani Kepri Edwin K. Nugroho serta salah seorang pengusaha Kota Batam, Iskandar Tio. Kehadiran keduanya memperkuat langkah diplomasi pendidikan dan ekonomi yang dibangun melalui pertemuan tingkat internasional tersebut.

Gus Ulib juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian konkret dari agenda tersebut. Alhamdulillah, telah berhasil dirumuskan dua poin penting kerja sama di bidang pendidikan. Pertama, memperluas cakupan beasiswa bagi santri Nahdlatul Ulama (NU) dan pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di universitas-universitas ternama di Tiongkok, seperti Xinhua University, Linxia University, Wuhan University, serta perguruan tinggi lainnya.

BACA JUGA:  Jangan Buang Sampah Sembarangan,! Pemko Batam Akan Tindak Tegas.!

Kedua, Pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Jawa Timur, direncanakan menjadi percontohan dalam pendirian dan pengembangan universitas serta sekolah berbasis teknologi terapan. Pengembangan ini meliputi bidang digitalisasi, perangkat teknologi, gadget, drone, alat kesehatan dan kedokteran, pertanian, hingga teknologi transportasi alat angkut barang. Program tersebut dirancang untuk dikelola secara mandiri dengan dukungan sarana dan prasarana, termasuk dosen, tenaga pengajar, serta para ahli yang akan didatangkan langsung dari Tiongkok.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ulib juga menyoroti sikap terbuka dan ramah dari mitra-mitra asal Tiongkok terhadap Indonesia. Beberapa tokoh yang terlibat aktif dalam komunikasi dan penjajakan kerja sama tersebut antara lain Mr. Cao Yan Zhi, Mr. Zhang Ming Dong, dan Mr. Zhu Nan Yu.

BACA JUGA:  Pemerintah Gaspol Wujudkan Mobil Nasional, Prabowo Target 3 Tahun Produksi Made in Indonesia

Menurut Gus Ulib, kerja sama ini bukan sekadar pertukaran teknologi dan pendidikan, melainkan ikhtiar bersama dalam membangun peradaban yang maju, berkeadilan, dan saling menghormati. “Ini adalah bagian dari jihad intelektual pesantren agar tetap relevan, mandiri, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa di tengah persaingan global,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *