PRAWARAKEPRI.COM BATAM, – Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Batam menunjukan bukti nyata nya dalam kepedulian Bencana yang melanda Aceh 2025
Komunitas terbesar pengemudi taxi online dan Ojek online di Batam ini sudah menggelar aksi pengumpulan donasi bencana Aceh sejak tanggal 7 – 29 Desember dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp.50.000.000.
“Kami dari Komando wajib perduli atas bencana Alam yang menimpa Aceh tahun lalu, kami melakukan aksi turun ke jalan mengumpulkan donasi dan juga sumbangan dari rekan rekan mengemudi taxi online dan ojek online dari komunitas kami, Alhamdulillah terkumpul sebesar Rp.50.000.000,” Ujar Ketua Umum Komando Fery Tarigan SH pada minggu (25/01/2026) di Mabes Komando Nagoya
ia juga menjelaskan donasi tersebut akan langsung di salurkan secara langsung melalui tiga orang perwakilan dari Komunitas Komando yang berangkat minggu ini (25/01)
“Misi kemanusiaan ini bentuk kepedulian sosial komando terhadap warga yang terdampak sangat parah di Aceh, penyaluran dana ini bertajuk ‘Komando Goes To Aceh,” tutur nya
Komando selalun tekankan kepada para anggota nya agar selalu menyisihkan penghasilan sedikit nya Rp.5.000 untuk membantu sesama yang dalam kesulitan, ini juga menjadi bukti dan tidak perlu menunggu menjadi kaya untuk membantu sesama,
“Kami buktikan walaupun kami hanya berprofesi sebagai ojek online dan taxi online bisa ikut andil membantu saudara kita yang terkena bencana, Harapannya semoga komando bisa terus berbuat kebaikan untuk semua elemen masyarakat Indonesia,” ungkap nya
Di tengah aksi kemanusiaan ini, KOMANDO juga menyuarakan aspirasi terkait masalah sistem aplikator yang dianggap merugikan. KOMANDO juga menyoroti kebijakan Grab (sistem hemat), Gojek (sistem gacor berbayar 100k per order) dan permintaan penghentian rekrutmen driver baru di Maxim.
Selain itu, KOMANDO mendesak pemerintah pusat untuk segera menindak aplikator yang melanggar aturan dan menertibkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online yng telah dijanjikan sejak lama.
“KOMANDO berharap Perpres ini dapat memberikan perlindungan hukum dan keadilan bagi para driver online di seluruh Indonesia. Kami menuntut pemerintah segera hadir danelindungi hak – hak kami sebagai driver online. Perpres Ojol adalah harga mati,”tutup Fery Tarigan












