Dukung Gus Irfan Pimpin PBNU, Ketua RMI NU Batam: “Waktunya NU Kembali ke Fitrah yang Benar”

Prawarakepri.com, BATAM – Dorongan agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali ke jalur khittah dan fitrahnya terus mengalir dari berbagai daerah. Kali ini, dukungan tegas datang dari Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang disuarakan oleh Ketua Rabitah Ma’hadil Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kota Batam, Ustadz KH. Agus Salim Haikal.

Pria yang juga menjabat sebagai Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren serta Panti Asuhan Al-Utsmaniyah Batam ini, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan). Ia mendorong Gus Irfan untuk maju sebagai Ketua Umum PBNU pada muktamar mendatang.

Sebagai tokoh pesantren sekaligus seorang alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), KH. Agus Salim Haikal memiliki perhatian khusus terhadap arah pergerakan dan regenerasi kepemimpinan di tubuh NU. Menurutnya, PBNU ke depan membutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki kapasitas manajerial, tetapi juga ikatan batin yang kuat terhadap cita-cita awal berdirinya jam’iyah.

BACA JUGA:  Polsek Bengkong Tak Henti Rutin Ajak Warga Bangun Kamtibmas Kondusif lewat Minggu Kasih di Gereja Santo Damian

“NU ini didirikan oleh para muassis (pendiri) dengan tujuan mulia untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Hari ini, kita butuh sosok yang mampu mengembalikan PBNU ke fitrah yang benar. Menjaga jarak dari pusaran pragmatisme politik praktis dan kembali berfokus pada pemberdayaan umat, pendidikan pesantren, dan dakwah rahmatan lil ‘alamin,” ujar Ustadz KH. Agus Salim Haikal di Batam.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa Gus Irfan adalah figur yang tepat untuk mengemban amanah besar tersebut. Kapasitas Gus Irfan saat ini sebagai Menteri Haji dan Umrah RI membuktikan kemampuannya dalam melayani umat pada skala nasional maupun internasional dengan penuh dedikasi.

Selain itu, rekam jejak dan nasab keilmuan Gus Irfan dinilai tidak perlu diragukan. Sebagai tokoh yang lahir dan tumbuh dari rahim pesantren, darah perjuangan ulama mengalir kental dalam dirinya. Hal ini diyakini akan menjadi modal utama untuk menyatukan berbagai elemen di tubuh Nahdliyin.

BACA JUGA:  Selain Menjaga Keamanan Wilayah, Satgas Yonif 136/TS Pos Kotis Berikan Cek Kesehatan Gratis Kepada Masyarakat Desa Wandenggobak Melalui Patroli Simpatik

“Beliau (Gus Irfan) punya integritas dan ketawadhuan khas santri. Kinerjanya dalam mengurus tamu-tamu Allah di Kementerian Haji dan Umrah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika beliau memimpin PBNU, insyaallah organisasi ini akan kembali menyejukkan, mengayomi, dan berpegang teguh pada nilai-nilai dasar perjuangan ulama,” tegas ulama jebolan pergerakan mahasiswa tersebut.

Dukungan dari Ketua RMI NU Kota Batam dan keluarga besar Ponpes Al-Utsmaniyah ini diharapkan menjadi pemantik bagi para kiai, pengurus cabang, hingga pengurus wilayah di seluruh Indonesia untuk menyatukan visi.

Bagi KH. Agus Salim Haikal, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mengembalikan PBNU ke fitrahnya bukanlah sekadar wacana, melainkan sebuah kebutuhan mendesak demi menjaga muruah dan marwah organisasi agar terus menjadi mercusuar moral bagi bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *