Harapan Besar dari Bangkalan: KH Imam Bukhori Kholil Dorong Gus Irfan Nahkodai PBNU

BANGKALAN, Prawarakepri.com — Dinamika kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa menjadi perhatian utama di kalangan pesantren. Baru-baru ini, Pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Kholil Bangkalan, Madura, KH Imam Bukhori Kholil atau yang akrab disapa Ra Imam, menyuarakan harapannya agar KH. Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) bersedia maju untuk menahkodai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Harapan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan rekam jejak, integritas, dan kapasitas keilmuan yang dimiliki oleh Gus Irfan, yang saat ini tengah dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Sebagai cicit dari ulama kharismatik dan penentu berdirinya NU, Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif Bangkalan, pandangan Ra Imam tentu memiliki resonansi yang kuat di kalangan nahdliyin. Menurut beliau, sosok Gus Irfan merupakan representasi ideal dari perpaduan antara tokoh berdarah biru pesantren yang memiliki nasab keilmuan kuat dan figur yang cakap dalam tata kelola birokrasi pemerintahan.

BACA JUGA:  Unit Reskrim Polsek Bengkong Berhasil Ungkap Kasus Penganiayaan di Tanjung Buntung

“PBNU ke depan membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya alim dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki kepekaan manajerial terhadap tantangan zaman. Gus Irfan telah membuktikan kapasitasnya, baik di lingkungan pesantren maupun dedikasinya saat ini dalam melayani umat sebagai Menteri Haji dan Umrah,” ungkap Ra Imam.

Lebih lanjut, tokoh ulama terkemuka di Jawa Timur ini menilai bahwa kehadiran Gus Irfan di pucuk pimpinan PBNU akan mampu membawa angin segar. Gus Irfan dinilai memiliki kapasitas untuk merangkul berbagai elemen dan generasi di dalam tubuh Nahdlatul Ulama. Pengalaman strategis di tingkat kementerian diyakini akan menjadi modal berharga untuk memajukan ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

BACA JUGA:  SINERGITAS POLDA KEPRI BERSAMA INSTANSI TERKAIT SIAP AMANKAN NATARU 2024-2025

Dorongan dari pengasuh Ponpes Ibnu Kholil ini seolah mewakili aspirasi dari akar rumput pesantren yang berharap agar estafet kepemimpinan PBNU selalu dipegang oleh figur yang mampu menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus adaptif dan visioner.

“Kami dari Bangkalan sangat berharap beliau (Gus Irfan) berkenan mempertimbangkan dorongan ini. Ini bukan sekadar permintaan, melainkan harapan demi kemaslahatan umat dan langkah maju NU di masa mendatang,” pungkas Ra Imam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *