Ketua DPD GRIB Jaya Kepri Junaidy Eddy Tegaskan, Konflik Setokok Bukan SARA,!! Pihak PT.MIG Harus Bertanggung jawab Kepada Keluarga Korban

Avatar photo

Ketua DPD GRIB JAYA Kepri Junaidi Eddy Tegaskan Konflik Setokok Bukan SARA, Minta PT MIG Perkasa Industri Bertanggung Jawab

PRAWARAKEPRI.COM BATAM, – ,Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB JAYA) Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi Eddy, menyampaikan pernyataan resmi terkait peristiwa pertikaian yang terjadi di kawasan Setokok, Jembatan 2 Barelang, Batam.

Junaidi Eddy menegaskan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya langkah penanganan yang dilakukan aparat penegak hukum, baik Polda Kepri maupun Polresta Barelang, agar seluruh persoalan dapat diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mendukung penegakan hukum yang adil. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum, tanpa pandang bulu,” tegas Junaidi Eddy pada Minggu (20/09/2026) di Markas DPD GRIB JAYA Tiban Sekupang

Selain persoalan penegakan hukum, Junaidi juga menyoroti tanggung jawab PT MIG Perkasa Industri sebagai pihak penyelenggara dan space maker dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, perusahaan harus menunjukkan tanggung jawab terhadap para korban yang terdampak akibat peristiwa tersebut, termasuk korban yang mengalami luka maupun keluarga korban yang meninggal dunia.

BACA JUGA:  Aman, S.Pd., M.M.: Gus Dur dan Syaikhona Kholil Jadi Teladan Perjuangan PKB Kepri dari Batam untuk Indonesia

Junaidi meminta agar biaya perawatan dan pengobatan korban yang terluka menjadi perhatian dan tanggung jawab perusahaan.

Selain itu, keluarga korban meninggal dunia juga diharapkan mendapatkan bantuan dan tanggung jawab yang layak sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan materiel.

Junaidi Sambangi Rumah Duka Alm. Edi Palue
Sebagai bentuk kepedulian, Junaidi Eddy mengaku telah mendatangi rumah duka Alm. Edi Palue untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Dalam kunjungan tersebut, keluarga besar almarhum menyampaikan permohonan agar Junaidi selaku Ketua DPD GRIB JAYA Kepri dapat membantu memperjuangkan hak dan tanggung jawab yang layak dari PT MIG Perkasa Industri.

Menanggapi permintaan tersebut, Junaidi menyatakan dirinya telah memberikan bantuan dana santunan dan sembako kepada keluarga almarhum.

Tidak hanya itu, Junaidi juga tengah berupaya membantu memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak almarhum, termasuk mengupayakan bantuan biaya sekolah dan kuliah, sehingga masa depan mereka tetap dapat diperjuangkan meskipun telah kehilangan sosok ayah.

BACA JUGA:  Bejat.! Ayah Kandung di Kepri Tega Cabuli Anak nya Bertahun Tahun

“Apa yang kami lakukan ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan. Kami berharap keluarga almarhum tidak merasa sendiri. Kami juga mendorong agar pihak perusahaan segera menunjukkan tanggung jawabnya kepada keluarga korban,” ujarnya.

Tegaskan Bukan Konflik SARA

Dalam pernyataannya, Junaidi Eddy juga memberikan penegasan penting agar masyarakat tidak menyeret peristiwa tersebut ke dalam isu SARA maupun kesukuan.

Ia menyebut, berdasarkan pemahaman yang disampaikannya, persoalan tersebut merupakan pertikaian antara dua kelompok yang berkonflik, sehingga tidak semestinya berkembang menjadi persoalan antarsuku atau kelompok masyarakat.
Junaidi mengimbau seluruh pihak, khususnya kedua kelompok yang terlibat, untuk menahan diri dan tidak terpancing oleh provokasi.

“Jangan sampai persoalan ini melebar menjadi konflik SARA. Kita harus menahan diri, jangan terpancing emosi maupun provokasi. Serahkan sepenuhnya proses penyelesaian kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kondusivitas wilayah.

BACA JUGA:  TNI AL Kembali Gagalkan Upaya Pengiriman PMI Non Prosedural di Batam

Menurutnya, penyelesaian secara hukum merupakan jalan yang harus ditempuh agar persoalan dapat ditangani secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap peristiwa seperti ini tidak terulang kembali. Mari kita jaga kedamaian, persatuan dan kondusivitas di tengah masyarakat Kepri,” pungkas Junaidi Eddy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *