PRAWARAKEPRI.COM — Batam. Program transmigrasi di Kota Batam terus mengalami transformasi: dari sekadar pemindahan penduduk menjadi pembangunan kawasan yang produktif dan industri-berbasis. Pemerintah menegaskan bahwa Batam akan dijadikan contoh nasional untuk skema transmigrasi modern yang fokus pada kemandirian ekonomi.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa para calon transmigran di kawasan seperti Rempang dan Galang akan mendapat fasilitas lengkap — mulai dari tempat tinggal, pelatihan kewirausahaan, hingga akses ke peluang kerja di sektor industri dan kelautan. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat yang masuk program tidak hanya berpindah lokasi, tetapi juga mampu membangun kehidupan mandiri yang berkelanjutan.
Staf Ahli Kementerian Transmigrasi, Prima Idwan Mariza, menyebut bahwa program modern ini berlandaskan lima pilar utama: edukasi, industrialisasi, mekanisasi, diversifikasi dan investasi. Dengan demikian, Batam–Rempang–Galang (Barelang) dipersiapkan sebagai “lab” terkini bagi pengembangan transmigran yang terintegrasi dengan ekonomi industri.
Transformasi ini diletakkan dalam kerangka proyek strategis nasional (PSN) dan kawasan ekonomi khusus yang menyatu dengan pengembangan kawasan industri, pelabuhan, dan ekonomi kreatif. Jika terlaksana dengan baik, Batam akan memperkuat peranannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan Kepulauan Riau.
Sumber: pemaparan resmi Pemerintah Kota Batam & Kementerian Transmigrasi
Editor: Prawara Kepri












