PRAWARAKEPRI.COM BATAM, – Puncak Jaya – Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayah Yonif 136/Tuah Sakti mengikuti tradisi bakar batu bersama masyarakat setempat di Gereja Induk Nume, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Kamis (19/2/2026).
Dalam pelaksanaannya, tradisi bakar batu ini dihadiri oleh tokoh masyarakat Yongkrak Kagoya, tokoh Gereja Gembala Japius dan Klasis Neuron Kogoya. Mereka manyambut baik kehadiran Satgas Yonif 136/TS dan mengapresiasi kebersamaan yang terjalin.
Suasana penuh kehangatan dan keakraban cukup terasa dalam kegiatan ini. Dimana, kepulan asap tungku bakar batu berpadu dengan gelak tawa serta sapaan akrab masyarakat dan personel satgas Yonif 136/Tuah Sakti.
Dansatgas Yonif 136/TS Letkol Inf Yudi Satria Prabowo melalui Komandan Pos Nume, Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya menjelaskan bahwa tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara Personel Yonif 136/TS dan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur dan bahagia dapat hadir serta terlibat langsung dalam kegiatan ini. Momen seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi, kepercayaan, dan keharmonisan antara Satgas Yonif 136/TS dengan masyarakat setempat,” ujar Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya.
Lanjut, Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya menyampaikan bahwa di tengah kepulan asap dan doa yang terucap lirih, bakar batu menjadi simbol harapan akan terus hidup dan tumbuhnya kedamaian, persaudaraan dan kebersamaan di Tanah Papua.
“Tradisi bakar batu ini salah satu simbol harapan akan terus hidup sert tumbuhnya kedamaian, persaudaraan dan kebersamaan di Tanah Papua,” pungkasnya. (ISP)












