PRAWARAKEPRI.COM – Batam. Pemerintah Kota Batam menegaskan arah pembangunan program transmigrasi di kawasan Tanjung Banun akan dipusatkan pada sektor kelautan dan perikanan. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memanfaatkan potensi sumber daya laut yang menjadi kekuatan utama wilayah tersebut.
“Sebagian besar calon transmigran memiliki latar belakang sebagai petani dan nelayan. Karena itu, kami ingin memastikan mereka bisa mengembangkan sektor perikanan secara maksimal di lokasi baru nanti,” kata Amsakar dalam kegiatan pelatihan calon transmigran di Batam, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, pelatihan tersebut berperan penting dalam membekali para peserta agar siap menghadapi tantangan di kawasan baru. “Transmigran harus memiliki mental kuat dan keterampilan yang sesuai. Kita tidak hanya memindahkan orang, tapi juga menyiapkan mereka untuk hidup mandiri dan produktif,” jelasnya.
Sementara itu, Prima Idwan Mariza, Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kementerian Transmigrasi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini melibatkan empat balai pelatihan dari Pekanbaru, Yogyakarta, Bali, dan Banjarmasin. Para peserta akan mendapatkan pembekalan terkait teknologi pengelolaan hasil laut, pengolahan ikan, serta pengembangan peternakan di wilayah pesisir.
Langkah ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi Batam untuk memperkuat sektor maritim sebagai salah satu tumpuan ekonomi daerah. Dengan integrasi pelatihan dan dukungan infrastruktur, Tanjung Banun diproyeksikan menjadi kawasan transmigrasi modern yang berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat.
Sumber: ANTARA News – “Wali Kota Batam pastikan transmigrasi Tanjung Banun fokus perikanan.”
Editor: Prawara Kepri












