SATGAS YONIF 136/TUAH SAKTI LAKSANAKAN ANJANGSANA, WUJUD KEPEDULIAN TNI KEPADA MASYARAKAT DI KAMPUNG LUNGGUNERI
Prawarakepri.com Pangaleme, Papua Tengah – Sebagai wujud kepedulian dan upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah penugasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 136/Tuah Sakti Pos Kp 55 melaksanakan kegiatan anjangsana dengan mengunjungi rumah warga di Kampung Lungguneri, Distrik Pangaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah (20/10/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wadantim 2, Sertu Isfi Galingging, bersama personel Pos Kp 55. Dalam kunjungan tersebut, personel Satgas membawa perlengkapan kesehatan dan obat-obatan sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus upaya membantu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Anjangsana ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial Satgas Yonif 136/Tuah Sakti untuk membangun kedekatan, menumbuhkan rasa kekeluargaan, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui kunjungan secara langsung, personel Satgas dapat menjalin komunikasi, mendengarkan kebutuhan warga, dan menghadirkan kepedulian melalui tindakan nyata.
Wadantim 2 Pos Kp 55, Sertu Isfi Galingging, menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral TNI terhadap masyarakat di wilayah penugasan.
“Kegiatan anjangsana ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi. Kami berharap kehadiran Satgas dapat memberikan manfaat, membantu meringankan kesulitan warga, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Gidion Telenggen (37), warga Kampung Lungguneri, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh personel Satgas Yonif 136/Tuah Sakti. Ia mengapresiasi kunjungan tersebut yang menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan masyarakat.
Melalui kegiatan anjangsana ini, Satgas Yonif 136/Tuah Sakti terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan pendekatan humanis.
Diharapkan, kebersamaan yang terjalin dapat semakin memperkuat hubungan persaudaraan serta menciptakan suasana yang aman, harmonis, dan penuh kekeluargaan di wilayah penugasan.
