Begal dan Pelecehan Hantui Pelajar di Marina, OK PC SAPMA PP Batam Desak Tindakan Tegas: “Jangan Biarkan Batam Tidak Aman!”

Avatar photo

BATAM – Aksi kriminalitas jalanan yang menimpa seorang pelajar di kawasan Jalan Marina, depan Opus Jambu, mendapat perhatian serius dari jajaran Pimpinan Cabang Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (PC SAPMA PP) Kota Batam. Kejadian yang melibatkan kekerasan, perampasan iPhone, hingga dugaan pelecehan seksual ini dinilai sebagai alarm merah bagi keamanan publik.

Ketua Bidang OK (Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi) PC SAPMA PP Kota Batam, Muhammad Riziq Alfarizi, mengutuk keras tindakan pelaku yang hingga kini masih berkeliaran. Menurutnya, aksi tersebut sangat mengganggu stabilitas sosial dan mental generasi muda di Batam.

“Kami sangat menyayangkan peristiwa yang menimpa adik pelajar kita di Jalur Marina. Secara organisasi, kami mengecam segala bentuk kekerasan, apalagi jika disertai pelecehan. Ini tindakan pengecut yang merusak rasa aman di Kota Batam,” ujar Muhammad Riziq Alfarizi dalam pernyataan resminya, Jumat (08/05/2026).

BACA JUGA:  Er Klarifikasi Berita Soal dirinya Meninggal Akibat Overdosis, Saya Hanya Mabuk Berat

Sebagai ketua yang membidangi penguatan internal organisasi, Riziq menegaskan bahwa SAPMA PP memiliki fungsi kontrol sosial untuk memastikan lingkungan pendidikan dan jalur publik aman bagi pelajar. Ia menginstruksikan seluruh kader di tiap wilayah untuk lebih peka terhadap kondisi keamanan lingkungan sekitar.

“Instruksi kami di Bidang OK jelas: kader SAPMA PP harus menjadi mata dan telinga masyarakat. Jika melihat pergerakan mencurigakan seperti motor tanpa plat yang mondar-mandir di jam rawan, segera koordinasikan dengan pihak berwajib. Kita tidak boleh abai,” tegas Riziq.

Berdasarkan kronologi kejadian, pelaku yang menggunakan motor NMAX hitam tanpa plat nomor tersebut melakukan tindakan nekat dengan merebut kunci motor korban hingga korban terjatuh. Riziq meminta pihak kepolisian memberikan atensi khusus pada jalur Sei Temiang–Marina yang memang dikenal rawan karena minimnya penerangan.

BACA JUGA:  Langkah Nyata Kepedulian, Kodaeral IV Pastikan Bantuan Bencana Siap Dikirim

“Pelaku menggunakan modus motor tanpa plat untuk menghindari pelacakan. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Batam adalah kota industri dan pariwisata; jika pelajar saja merasa tidak aman di jalanan, ini akan menjadi presen buruk bagi citra kota,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Muhammad Riziq Alfarizi menegaskan bahwa SAPMA PP Kota Batam akan terus berdiri di garda terdepan dalam mengawal isu-isu ketertiban umum. Baginya, keamanan pelajar adalah bagian dari investasi masa depan daerah.

“Kami imbau warga dan rekan-rekan pelajar untuk lebih waspada, terutama saat melintasi jalur sepi. SAPMA PP akan terus bersinergi dengan seluruh elemen untuk memastikan Batam kembali menjadi kota yang nyaman dan aman bagi semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *