Prawarakepri.com – Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Provinsi Kepulauan Riau menembus angka 4.415 penderita (naik 11,4% dibanding bulan sebelumnya) akibat dampak kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi yang makin mengkhawatirkan ini memicu reaksi keras dari Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Bendahara DPW PKB Kepri, H. Suigwan, S.M., M.M. Ia mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan Karhutla sebagai bencana nasional demi mempercepat penanganan medis dan pemadaman titik api.
“Ini bukan lagi masalah biasa, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan warga Kepri. Lonjakan penderita ISPA sudah sangat mengkhawatirkan dan butuh respons darurat nasional,” tegas H. Suigwan, S.M., M.M. saat diwawancarai wartawan prawarakepri.com.
Berdasarkan data sebaran kasus ISPA di wilayah Kepulauan Riau:
* Batam: 3.025 – 4.553 kasus (tertinggi di Kepri, naik 19,3%)
* Bintan: 488 kasus
* Karimun: 249 kasus (naik 36,8%)
* Tanjungpinang: 217 kasus
* Lingga: 192 kasus
* Natuna: 163 kasus
* Kepulauan Anambas: 81 kasus
Dampak krisis udara ini terasa signifikan di beberapa daerah, seperti Tanjungpinang yang kualitas udaranya sempat menyentuh angka 164 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori tidak sehat. Kelompok anak-anak menjadi korban paling rentan dengan peningkatan kasus yang mencolok.
“Batam mencatat angka penderita tertinggi dengan kenaikan 19,3%, sementara Karimun melonjak hingga 36,8%. Anak-anak kita yang paling menderita akibat asap kiriman ini. Penetapan status bencana nasional sangat mendesak agar seluruh pengerjaan pemadaman dan pengerahan tim medis bisa berjalan terpadu serta masif,” pungkas politisi PKB tersebut.












