PRAWARAKEPRI.COM BATAM, – Di tengah jadwal kegiatan yang padat, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, menunjukkan kepemimpinan luar biasa dengan memprioritaskan dialog bersama Aliansi Mahasiswa Tanjungpinang–Bintan, Aliansi BEM Se-Tanjungpinang–Bintan, dan Cipayung Plus Kepri dalam aksi damai di Kantor DPRD Kepri, Dompak, pada Senin (1/9/2025).
Aksi yang diikuti ratusan mahasiswa ini berlangsung tertib dan kondusif berkat pendekatan dialogis Iman.
Hari itu, Iman memiliki agenda rapat internal DPRD, koordinasi dengan pemerintah provinsi, dan persiapan paripurna pasca-reses. Namun, ia memilih untuk langsung menemui mahasiswa, menampung 13 tuntutan mereka, mulai dari evaluasi penanganan aksi massa, reformasi kepolisian, hingga penolakan darurat militer.
“Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan tertib. Ini contoh demokrasi yang bermartabat,” ujar Iman usai berdialog dengan perwakilan mahasiswa.
Iman memastikan tuntutan tersebut akan diteruskan ke DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri melalui rapat paripurna istimewa DPRD Kepri, yang jadwalnya akan ditetapkan Badan Musyawarah (Banmus) usai reses pada 8 September 2025.
“Aspirasi mahasiswa adalah prioritas. Kami akan sampaikan secara resmi,” tegasnya.
Keberhasilan menjaga situasi kondusif tak lepas dari koordinasi Iman dengan TNI, Polri, dan Satpol PP. Saat massa berupaya masuk gedung DPRD, Iman sigap mengajak perwakilan berdiskusi, meredakan ketegangan.
“Saya berterima kasih kepada aparat keamanan dan mahasiswa yang menjaga aksi tetap damai,” ungkapnya.
13 Tuntutan Mahasiswa
Evaluasi penanganan aksi massa dan reformasi kepolisian.
Presiden tegas selesaikan kekacauan nasional.
Tindak oknum pembungkam demonstran.
Cabut tunjangan tambahan DPR RI.
Evaluasi legislator yang menyinggung rakyat, khususnya dari Kepri.
Hentikan kenaikan pajak yang membebankan.
Dukung RUU Perampasan Aset.
Sahkan RUU Daerah Kepulauan.
Hentikan program Makan Bergizi Gratis, fokus pada kesejahteraan pendidik.
Reformasi pajak perburuhan, hapus pajak pesangon, THR, JHT, dan pekerja perempuan.
Jalankan hukum dan etika berdasarkan undang-undang.
Tolak darurat militer yang anti-demokrasi.
DPRD Kepri nyatakan sikap lisan dukung aksi “Kepri Menggugat Selamatkan Indonesia.”
Koordinator aksi, Tomi Suryadi, mengapresiasi respons cepat Iman. “Beliau memprioritaskan kami meski jadwalnya padat.
Aspirasi kami terasa didengar,” katanya. Kepemimpinan Iman, yang juga Ketua DPD Gerindra Kepri, kembali membuktikan kapasitasnya menjaga harmoni di tengah dinamika sosial.
(Fiza_Satria)
