Ketua DPW Gerbang Tani Kepri Desak Trans7 Klarifikasi dan Hentikan Framing Negatif terhadap Pesantren

Gambar : Ist - Edwin K Nugroho Ketua DPW Gerbang Tani Kepri

Prawarakepri.com, Batam — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) Provinsi Kepulauan Riau, Edwin K. Nugroho, menyesalkan pemberitaan di salah satu program Trans7 yang dinilai telah menggiring opini negatif terhadap lembaga pesantren.

Rilis ini disampaikan menindaklanjuti pernyataan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, yang menilai tayangan tersebut telah merugikan marwah pesantren dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Media memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga objektivitas dan tidak menstigma lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren. Jika terdapat kesalahan dalam penyajian, seharusnya segera dilakukan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka,”
tegas Edwin dalam keterangannya di Batam, Selasa (14/10).

Pesantren, Garda Moral Bangsa

Edwin menegaskan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter, moral, serta kedisiplinan generasi muda. Di berbagai wilayah, termasuk di Kepulauan Riau, pesantren bukan hanya menjadi tempat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosial, pertanian, dan ekonomi umat.

“Pesantren adalah garda moral bangsa. Tidak pantas bila dilekatkan dengan citra buruk. Justru dari pesantrenlah lahir banyak tokoh bangsa yang berkontribusi untuk kemajuan negeri ini,”
tambah Edwin.

Dukungan terhadap Langkah DPR dan Dewan Pers

Ketua DPW Gerbang Tani Kepri ini juga menyatakan dukungan terhadap langkah Komisi VIII DPR RI yang berencana memanggil pihak Trans7 untuk memberikan klarifikasi atas tayangan tersebut.
Ia berharap Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) turut memantau agar kasus serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Pers adalah pilar demokrasi. Namun, kebebasan pers tidak boleh digunakan untuk menebar stigma negatif yang melemahkan lembaga keagamaan dan sosial masyarakat,”
ujar Edwin.

Seruan untuk Tetap Tenang dan Bersatu

Dalam kesempatan yang sama, Edwin juga mengajak para ulama, pengasuh pesantren, santri, serta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pemberitaan yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga nama baik pesantren sebagai bagian dari kekuatan pendidikan bangsa.

“Mari kita jaga marwah pesantren dengan cara yang bermartabat. Kita tunjukkan bahwa pesantren tetap menjadi benteng moral, tempat lahirnya generasi berakhlak dan berilmu,”
pungkas Edwin.

Exit mobile version