Polsek Bengkong Dalami Kasus Dugaan Bunuh diri Karyawan Galon Air

Respons Cepat Polsek Bengkong Evakuasi Jasad Pria Tergantung di Kamar Kos Bengkong Sadai

PRAWARAKEPRI.COM BATAM – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkong bergerak cepat menangani laporan warga terkait penemuan jasad seorang pria berinisial SD (36) yang ditemukan tewas tergantung di sebuah rumah kos lantai dua kawasan Bengkong Indah 2, Blok C No. 66, RT 03 RW 01, Kelurahan Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam, pada Rabu, 7 Oktober 2026 pagi.

Sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya peristiwa tersebut, personel kepolisian langsung meluncur dan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menjaga situasi tetap kondusif. Langkah taktis ini langsung disusul dengan koordinasi bersama Tim Inafis Polresta Barelang untuk melakukan pemeriksaan mendalam.

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh Afriko, rekan dekat adik korban, sekitar pukul 10.00 WIB. Korban ditemukan setelah pacarnya yang berada di Medan cemas karena SD sudah dua hari hilang kontak. Pihak keluarga yang mendapati pintu terkunci rapat dari dalam meminta bantuan Afriko untuk membuka selot melalui celah jendela. Nahas, korban ditemukan sudah terbujur kaku di area dapur.

Begitu mendapat informasi tersebut, Polsek Bengkong langsung mengambil tindakan cepat. Tim gabungan langsung mengisolasi area kos lantai dua dan segera mengevakuasi jenazah korban setelah selesai dilakukan identifikasi luar oleh Tim Inafis. Petugas berhasil menurunkan jasad SD yang saat itu tergantung hanya mengenakan celana jeans biru tanpa baju, untuk kemudian langsung melarikannya menggunakan mobil ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

Berdasarkan pantauan langsung wartawan di lokasi kejadian, rumah kos yang dihuni oleh korban memiliki denah memanjang ke belakang. Bagian paling depan berfungsi sebagai ruang tamu, dipisahkan oleh sekat pembatas menuju area kamar tidur utama, dan langsung terhubung lurus ke area dapur serta kamar mandi di ujung belakang. Struktur bangunan bersekat inilah yang membuat posisi korban tidak langsung terlihat dari arah pintu depan.

Dari pantauan di dalam ruangan, korban SD terbilang merupakan sosok yang cukup bersih dan rapi. Di area ruang tamu, seluruh barang pribadi seperti buku tersusun dengan sangat teratur di atas lemari, pakaian dilipat dengan baik, dan lantai tampak bersih. Begitu pula kasur di atas dipan kamar tidur terpantau sangat rapi.

Kendati kondisi ruangan tertata, kecepatan polisi dalam menyisir TKP berhasil mengamankan beberapa benda mencurigakan yang diletakkan tepat di sebelah tempat tidur korban. Di atas meja di samping kasur, terlihat satu botol sabun pembersih lantai dan satu botol kecil obat nyamuk semprot merek Baygon. Sementara di atas kursi plastik dekat kasur, tampak sebuah toples yang berisi berbagai macam merek obat-obatan ringan. Seluruh benda tersebut langsung diamankan petugas sebagai barang bukti penting.

Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba menegaskan, komitmen jajarannya adalah memberikan penanganan tercepat agar seluruh bukti di TKP tidak rusak dan jenazah korban bisa segera mendapatkan penanganan medis yang layak secara hukum. Pihak kepolisian bergerak maraton mengumpulkan keterangan saksi-saksi guna mengungkap tabir di balik kematian karyawan depot air galon tersebut.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung bergerak cepat menerjunkan personel ke lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan olah TKP bersama Tim Inafis Polresta Barelang. Evakuasi jenazah langsung kami prioritaskan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri guna pemeriksaan medis atau visum,” ujar Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba di lokasi kejadian.

Ia juga menambahkan bahwa pihak penyidik sedang mendalami segala kemungkinan serta barang bukti yang ditemukan di sekitar kasur korban.

“Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak rumah sakit, dan tengah meminta keterangan dari para saksi untuk mendalami motif tindakan korban. Selain itu, apa yang mendasari SD melakukan aksi seperti ini, kami juga masih mendalami dengan meminta keterangan para saksi,” tegas AKP Tigor Dabariba.

Berdasarkan estimasi awal Tim Inafis Polresta Barelang, waktu kematian korban diketahui belum lewat dari 24 jam sebelum jasadnya ditemukan. Hingga saat ini, area kos lantai dua tersebut masih dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Bengkong

AKP TIGOR DABARIBA, S.H.

Exit mobile version