Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti Melalui Pos Puncak Senyum Melaksanakan Patroli Keliling Simpatik di Kampung Irimuli Distrik Puncak Senyum Puncak Jaya

Avatar photo

Patroli Simpatik Pos Puncak Senyum, TNI Hadir Berikan Rasa Aman dan Layanan Kesehatan

Prawarakepr.com Puncak Jaya, Papua Tengah – Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti melalui Pos Puncak Senyum melaksanakan patroli keliling simpatik di Kampung Irimuli, Distrik Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Selain menjaga keamanan, kegiatan juga diisi dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.(12/09/2026).

Danpos Puncak Senyum, Kapten Inf Dwi Luhur, mengatakan patroli simpatik akan rutin dilaksanakan sebagai upaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat.

“Cara ini cukup efektif memberikan rasa aman dan merupakan bagian dari program Binter dan Komsos,” ujarnya.

BACA JUGA:  Satgas Yonif 136/TS Gelar Pengobatan Gratis Keliling Yang Merupakan Program Tuah Sakti Berbagi Sesama (TSUBASA)

Menurutnya, kehadiran prajurit di tengah masyarakat merupakan bentuk cinta kasih dan kepedulian Satgas untuk membangun komunikasi serta rasa saling percaya.

“Kami yakin, ketika TNI mampu menjaga rakyatnya, masyarakat juga akan memberikan yang terbaik kepada kami,” tuturnya.

Dalam patroli tersebut, prajurit menyambangi kediaman Bapak Penyakit (52) bersama istrinya Irabel Wonda (50) dan ketiga anaknya, Peninton (9), Peniti (5), serta Penite (3). Prajurit juga memberikan pemeriksaan kesehatan kepada keluarga tersebut.

BACA JUGA:  SAPMA Pemuda Pancasila dan Sir Salon Batam Gelar Aksi Sosial di Yayasan Nurul Huda

Bapak Penyakit mengapresiasi perhatian Satgas.

“Kami berterima kasih atas bantuan dan pemeriksaan kesehatan yang diberikan. Ini merupakan bentuk pendekatan bapak-bapak tentara kepada kami. Terima kasih, Bapak Komandan. Tetap jaga kesehatan selalu,” ungkapnya.

Patroli simpatik ini menjadi bagian dari upaya Satgas Yonif Raider 136/Tuah Sakti untuk menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan dan kebersamaan bersama masyarakat di wilayah penugasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *