Batam, PrawaraKepri.com — Bendahara Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Kepulauan Riau, Suigwan, S.M., menilai penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan bukan sekadar penghormatan sejarah, tetapi panggilan moral bagi kader PKB untuk melanjutkan perjuangan kedua tokoh tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Suigwan, dua tokoh besar itu telah menanamkan nilai-nilai luhur yang sangat relevan dengan perjuangan PKB saat ini. Gus Dur dikenal sebagai simbol keberanian, kejujuran, dan pembela kemanusiaan, sementara Syaikhona Kholil menjadi teladan keikhlasan, kesederhanaan, dan pengabdian tanpa pamrih.
“Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini bukan hanya kebanggaan bagi umat Islam, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. Gus Dur dan Syaikhona Kholil adalah dua sosok yang telah menunjukkan bagaimana agama, ilmu, dan cinta tanah air bisa berjalan seiring. Kami di PKB Kepri merasa memiliki tanggung jawab moral untuk meneruskan semangat itu,” ujar Suigwan kepada PrawaraKepri.com di Batam.
Suigwan menegaskan bahwa semangat perjuangan yang diwariskan oleh kedua tokoh tersebut menjadi landasan moral bagi seluruh kader PKB dalam menjalankan amanah politik. Bagi PKB Kepri, politik bukan hanya persoalan kekuasaan, tetapi tentang bagaimana menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita harus belajar dari Gus Dur tentang keberanian moral dan dari Syaikhona Kholil tentang keikhlasan dalam mengabdi. Dua nilai itu harus menjadi fondasi bagi PKB Kepri dalam setiap langkah perjuangan. Politik sejati adalah pengabdian untuk rakyat, bukan ambisi pribadi,” tegasnya.
Sebagai Bendahara DPW PKB Kepri, Suigwan juga menekankan pentingnya mengelola amanah partai secara bersih dan transparan, sejalan dengan semangat kejujuran yang diajarkan para ulama. Ia menyebut bahwa keteladanan kedua tokoh ini menjadi pengingat agar seluruh pengurus PKB tetap menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.
“Sebagai partai yang lahir dari rahim pesantren, PKB harus tampil sebagai contoh dalam hal kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab. Kami ingin memastikan setiap langkah dan kebijakan partai benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Itulah bentuk pengabdian yang sejalan dengan nilai-nilai Gus Dur dan Syaikhona Kholil,” tambahnya.
Suigwan juga menyoroti bahwa masyarakat Kepri, khususnya di Batam yang dikenal majemuk, memiliki tantangan besar dalam menjaga harmoni sosial. Dalam konteks ini, ia menilai keteladanan Gus Dur sangat relevan untuk terus dihidupkan.
“Batam adalah miniatur Indonesia. Di sini kita hidup berdampingan dengan berbagai suku, agama, dan budaya. Gus Dur sudah memberi contoh bagaimana menghargai perbedaan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. PKB Kepri akan terus berupaya menjaga semangat kebinekaan itu melalui kerja nyata di masyarakat,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Suigwan menyampaikan harapan agar semangat dan nilai perjuangan dua tokoh pahlawan nasional ini terus menjadi sumber inspirasi bagi seluruh kader PKB di Kepulauan Riau.
“Kita harus menjadikan momentum ini sebagai energi moral untuk terus bergerak, menebar manfaat, dan memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Dari Kepri, khususnya Batam, kita ingin menegaskan bahwa semangat Gus Dur dan Syaikhona Kholil akan terus hidup dalam langkah perjuangan PKB,” tutup Suigwan.
